AUDIOPHILE
Audiophile
Menyatakan
diri sebagai seorang audiophile saya lakukan setelah mengamati kebiasaan saya
sehari-hari. Ternyata Ketika saya ada waktu luang, dalam keadaan sedih, senang
dan kesepian pun saya akan berlari ke musik,
entah memutarnya melalui youtube, youtube musik, spotify, ataupun aplikasi music
offline di hp saya. Tentunya mendengarkan musik menggunakan earphone rasanya
berbeda. Sampai sekarang saya merasa ada yang bermasalah dengan indra pendengaran
saya ini, akhir-akhir ini yang sebelah kanan lebih sering berdenging, kadang
rasanya sakit. Kemampuan mendengar saya juga berkurang. Semua suara rasanya sangat
kecil. Jujur sangat bohong jika saya katakana bahwa saya tidak takut. Membayangkan
sesuatu yang fatal terjadi saja sudah membuat saya khawatir dan malas sepanjang
hari. “lalu kenapa tidak periksa ke THT saja?” sudah pernah. Iya, ini bukan
pertama kalinya telinga saya bermasalah begini, sebenarnya ini yang kedua kali,
yang saya kurang bisa mendengar. Kenapa tidak langsung saya periksakan karena
saya pernah sekali mendatangi tht, saya mengeluh mengatakan telinga saya sakit
dan tidak berhenti berdengung. Dokternya tidak komentar apa-apa, beliau dan
sistennya langsung menyemprot telinga saya dengan air, kesannya lebih seperti
di bersihkan. Saya tidak tau sebanyak apa di dalamnya, yang saya tau saya rutin
membersihkan telinga saya karena jika tidak, rasanya akan sangat gatal. Dan kita
semua tau itu. Setelahnya saya tidak diberi resep obat ataupun wejangan apapun
untuk merawat telinga saya agar kedepannya tidak terjadi masalah lagi. Tapi saya
bisa apa, saya bukan orang yang berani bertanya jika kepada yang lebih ahli begitu.
Karena menurut saya, jika memang penting sebagai seorang yang ahli dan tugasnya
membantu, harusnya akan diberitahu langsung. Dan sekarang saya menyesali sikap say
aitu, karena masalahanya terjadi lagi dan bahkan mungkin lebih parah ditambah
saya yang tidak pernah lama melepaskan earphone dali telinga saya tercinta ini.

Komentar
Posting Komentar