Setengah
jam lagi sudah tengah malam. Page 5 ini baru 2 baris, telinga kananku
berdenging tak karuan. Tapi aku memutar “Robbers & About You” the 1975. Aku
ingin memutar “Sekuntum Jiwa Bunga Kemboja” Pandji Sakti, tapi aku takut buyar
dan hilang kata. Tapi yang buram adalah wujudmu dalam ingatanku. Bagaimana bisa
ingatan itu terkikis? Harusnya dia menetap saja walaupun pernah kuminta untuk
pergi saat aku terlalu emosi. Atau karna yang punya wujud sudah berubah? Apakah
tatapan itu sekarang berbeda? Tunggu, memang pernah aku menatap mata itu lekat?
Sepertinya tidak, tidak ada kesempatan? Bukan! Tidak pernah bicara? Mungkin,
tapi bukan juga! Lalu apa? Aku tidak pernah bisa. Aku tidak pernah bertahan dan
menang dalam urusan menatap mata lelaki, terlebih jika itu orang yang padanya
aku menaruh hati. “kenapa?” aku takut terlena. Apalagi jika sampai
melihat bayanganku dalam bulatan hitam itu.
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
.png)

Komentar
Posting Komentar